Puisi Galih Gumelar
Puisi Galih Gumelar
Terpopuler
-
Bila Relung hati ini terasa semakin bisu bisu karena rasa rindu yang membiaskan kalbu maka tak ada satu jua pun yang kan mampu manahan...
-
sendiri dalam relung tanpa batas dengan keluh yang meninggi lalu merendah seiring jalan yang penuh liku arum yang jeram dan deras memb...
-
Apa yang kulihat tak mampu kurasakan Apa yang kusentuh tak mampu kugenggam Apa yang kurasa tak mampu ku miliki Semu terasa hambar dan bi...
-
Tak terkira dan tak tertahankan apa yang ada dalam hati semua menjadi lirih dalam kesunyian yang semakin sepi Ada sebuah ungkapan yan...
-
Haruskah kukatakan dengan Pasti sebuah rasa yang menderu ini Haruskah ku akui rasa ini dengan segala bising yang menggundah yang tersi...
-
What I see I could not feel What I could not touch my handheld What I guess I could not have Moot was bl...
-
itself in the niche no limits to complain which then rises modestly full of twists along the way arum the ra...
-
Mata... Hati... Pikiran... Jiwa... Sanubari.... Merengkuh padu bersyair... bersuara tanpa hening membasahi alam dengan kata pujangga ...
-
Should I say with Definitely a sense that this roaring Should I admit this feeling with all the noise that...
-
Sometimes dumb to embrace niche looked mortal life without limit brings anxiety not too far silent own contemplat...
Minggu, 02 Januari 2011
Said I hesitate to
Should I say with Definitely
a sense that this roaring
Should I admit this feeling
with all the noise that restless
stored neatly in the living my heart
No other love
capable of repeating the love relationship
that has long stumped
in every niche of time
I'm embarrassed in doubt
with a million I raised a hubbub that want
but silent in the lip
who imprinted a sense of undecided slammed
embedded heart oath
dreams and dreams tearing
that during this latent
love ...
I have Will you
although only in dreams and quiet ....
By : Galih Gumelar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar